Jumat, 14 Juni 2013

Peneliti Muda Indonesia Unjuk Prestasi

Ilustrasi. Pelajar Indonesia di Asia Pacific Conference of Young Scientists (APCYS) ke-2 pada 13-20 Mei di Palembang, Sumatera Selatan. | shutterstock

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim pelajar Indonesia unjuk prestasi dalam Asia Pacific Conference of Young Scientists (APCYS) ke-2 pada 13-20 Mei di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka berhasil menyumbangkan tiga medali emas, dua medali perak, tiga medali perunggu, serta satu special awards.
"Dibandingkan tahun lalu, perolehan emas kita mengalami peningkatan. Hal ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan setiap tahunnya,"
-- Monika Raharti

APCYS 2013 ini diikuti 79 peserta dari sembilan negara. Indonesia mengirimkan 12 pelajar pada kompetisi presentasi karya ilmiah tahunan bagi para siswa sekolah menengah tingkat Asia Pasifik. Ajang ini pertama kali diadakan tahun 2012 di Palangkaraya, Indonesia. APCYS lahir dengan tujuan membangkitkan iklim penelitian dalam diri generasi muda Indonesia.

Monika Raharti, President of APCYS 2013, Minggu (19/5/2013), mengaku bangga atas pencapaian yang didapat peserta Indonesia. "Dibandingkan tahun lalu, perolehan emas kita mengalami peningkatan. Hal ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan setiap tahunnya," kata Monika.

Pelajar Indonesia yang meraih prestasi antara lain Putrie Rizki (SMA Sumsel Palembang), yang mempresentasikan kemampuan sampah kulit pisang mengakitifkan karbon yang bisa membersihkan zat ammonia dalam air sungai yang tercemar. Dionisius Hardjo Lukito (SMA Kanisius Jakarta) meraih medali emas di bidang fisika dengan penelitian berjudul Integrated Thermoelectric Generator, yang menjelaskan soal cara mengonversi energi panas matahari menjadi energi listrik menggunakan Integrated Thermoelectric, sebuah alat yang ia ciptakan sendiri.

Medali emas juga disumbangkan Natasha Kristie (SMA Cita Hati surabaya). Natasha memaparkan soal kegunaan daun putri malu yang mampu menjadi penangkal bakteri E-coli pembuat diare.

Medali perak diraih Dominicus Untariady (SMA Santa Laurensia Tangerang) di bidang Life Science serta Harman Dewantoro (SMA Cita Hati Surabaya Mathematics) di bidang Matematika.

Penghargaan medali perunggu dipersembahkan Randy Rentanaka (SMP Wahidin Sudirohusodo Medan) di bidang lingkungan hidup, Indones Junior (SMA 17 Palembang), dan Desi Riana Prasetya (SMA 1 Jepara). Ketiganya meraih penghargaan di kategori life sciences.

Penghargaan lainnya diraih Edo Setiawan (SMA Sumsel Palembang), yang meraih penghargaan kategori The top 5 Posters of APCYS 2013. Adapun M. Firza Pratama (SMA Kusuma Bangsa Palembang) meraih Special Award for the best effort


Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Widodo, menyambut baik prestasi pelajar dari Sumatera Selatan, selaku tuan rumah. Pencapaian ini membuktikan bahwa putera-puteri daerah ini tidak bisa dipandang remeh. "Mereka terbukti bisa bersaing baik dengan peserta dari negara lain. Semoga prestasi semacam ini akan memotivasi para pelajar Sumatera Selatan untuk lebih berprestasi dalam bidang riset dan sains. Bukan hal yang mustahil nantinya akan banyak juara-juara di kompetisi sains yang lahir dari bumi Sriwijaya," ujar Widodo.

1 komentar:

visitors